Berita Lain

Kamis, 16 Januari 2014

Suntik Botox untuk Atasi Sakit pada Miss V Saat Bercinta

Suntik Botox untuk Atasi Sakit pada Miss V Saat Bercinta
Suntik Botox untuk Atasi Sakit pada Miss V Saat Bercinta
Miss V yang sakit saat bercinta bisa disebabkan karena dua faktor; fisik dan psikologis. Penyebab fisik biasanya akibat kekeringan pada vagina atau terjadinya infeksi akibat bakteri atau jamur.
Jika karena faktor fisik, umumnya bisa diatasi dengan pemberian salep antibakteri dan antijamur. Bisa juga dengan menggunakan cairan lubrikan agar vagina yang kering terlumasi, sehingga mengurangi rasa sakit untuk sementara.

Lalu, bagaimana jika penyebabnya adalah faktor psikis? Menurut Dr Sanjay Pandey, seorang konsultan urologi (ahli penyakit saluran kemih), andrologi (spesialis kemandulan dan kejantanan) dan ahli bedah kelamin, penanganan masalah psikis biasanya lebih rumit ketimbang fisik.

Sakit saat bercinta karena trauma, takut atau khawatir bisa dibantu dengan injeksi Botox. Cara kerjanya, 2 ml cairan botulinum toxin akan disuntikkan ke kulit untuk mem-blok sinyal-sinyal ketegangan pada otot Miss V. Otot pun akhirnya melemas sehingga tidak lagi kontraksi.

"Membantu pasien merelakskan otot-otot di dinding vagina dengan suntikan Botox, jadi (vagina) tidak mengapit dengan kuat," jelas dokter yang berpraktek di Kokilaben Dhurubhai Ambani Hospital, India ini, seperti dikutip dari iDiva.

Penggunaan Botox, menurut Dr Sanjay terbilang jarang dan biasanya hanya untuk kasus langka dan sulit disembuhkan. Misalnya pada penderita vaginismus, yaitu penyempitan pada mulut vagina akibat terjadinya kontraksi involunter otot-otot di sekitar pintu masuk ke vagina, sehingga hampir tidak mungkin bagi wanita untuk melakukan hubungan intim.

Umumnya vaginismus bisa diatasi dengan konseling bersama seksolog, terapi dan gerakan fitnes khusus. Namun pada beberapa kasus, jika konseling dan fitnes tidak juga berhasil menyembuhkan, maka bisa dilakukan injeksi Botox dan biasanya hasilnya terlihat dalam empat hingga enam bulan
Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Archieves of Dermatology menunjukkan bahwa Botox memang bisa dipakai untuk mengatasi berbagai masalah pada Miss V. Penelitian tersebut mengungkap, selain vaginismus, Botox juga bisa mengatasi vulvodyna atau sensasi terbakar pada vagina saat berhubungan seks.

Namun Dr Sejal Desai, seorang ginekolog dan direktur Saral Hospital di Santacruz mengatakan, injeksi Botox ini tidak selalu efektif pada setiap pasien. Bahkan efeknya bisa tidak terlihat sama sekali.

"Tidak ada efek samping, tapi bisa saja Botox tidak bereaksi sama sekali terhadap beberapa pasien," ujarnya.

Hampir sama dengan pernyataan Dr Sejal, seksolog Dr Andri Wanananda, MS, juga mengatakan bahwa botox juga belum terbukti bisa mengatasi wanita yang menderita vaginismus. Andri menuturkan, vaginismus disebabkan oleh faktor psikis seperti trauma masa lalu. Oleh karena itu, penyembuhan secara fisik belum tentu bisa mengobati rasa trauma tersebut.

"Nggak juga, belum terbukti sampai sekarang. Mungkin sampel penelitiannya belum cukup. Tapi di dunia kedokteran belum ada ya, vaginismus itu kan sebabnya karena psikis," tutur seksolog yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara itu. source 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Di LIKE Dulu Ya Gan !!!

x